Minggu, 05 Agustus 2007
Kamis, 26 Juli 2007
Diskriminasi Di Sekolah
- Nama saya adalah Alvin Brilian Budiono.
- Nama panggilan saya adalah Alvin.
- Saya tinggal di Kota Makassar.
- Umur saya sekarang ini adalah 14 tahun.
Saya akan mempublikasikan salah satu dari pengalaman-pengalaman saya yang mungkin akan sangat bermanfaat dan dapat menginspirasi anda.
Salah satunya adalah, saya akan menceritakan kisah nyata dari diri saya, seperti :
- Perlakuan tidak adil dari Guru di Sekolah:
Pada saat saya duduk di Bangku SMP, saya mengalami satu tindakan diskriminasi. Tidak hanya saya yang mengalaminya tetapi juga teman-teman saya. Pada saat saya ingin mengikuti suatu perlombaan, saya dilarang. Pada saat itu, saya berminat untuk mengikuti suatu perlombaan, tepatnya perlombaan Matematika. Maka, saya pun langsung mengatakan pada Guru saya : "Ibu, bisakah saya mengikuti perlombaan tersebut?" . Lalu Guru saya dengan menjawab : "Tidak Boleh! Kamu bukanlah siswa yang ber-prestasi di Sekolah, untuk apa kamu ikut lomba tersebut! Belum tentu pula kamu akan menang!" Lalu saya pun kembali bertanya kepada beliau : "Tapi, bagaimana kalau saya caba-coba, kan ikut lomba bukan berarti harus menang." Lalu guru tersebut dengan wajah yang marah mengatakan : "Sayangnya lomba tersebut dibatasi pesertanya, jadi setiap sekolah hanya boleh mengirim beberapa siswanya saja. Itu sudah diatur oleh panitia!". Jadi, akhirnya saya dengan rasa berat hati tidak mengikuti perlombaan tersebut. Sesampainya di Rumah, saya menanyakan kepada Guru Les Privat saya, ia mengatakan bahwa : "Lomba Matematika tersebut tidak pernah dibatasi jumlah siswanya. Jadi, setiap sekolah boleh mengirimkan berapapun muridnya." Jadi, dengan kata lain saya mengambil kesimpulan bahwa Guru tersebut telah berbohong kepada saya dan sengaja melarang saya mengkuti perlombaan tersebut. Padahal, ia tidak sepantasnya melarang saya untuk tidak mengikuti suatu Perlombaan!
- Penyelesaian :
Pada lomba kedua kalinya. Saya tidak lagi melakukan konfirmasi dengan guru tersebut. Saya langsung saja Mendaftar kepada Panitia Lomba Matematika dan Alhasil saya dapat mengikuti Lomba tersebut. Walaupun saya tidak menang, tetapi setidaknya saya sudah berusaha dengan sekuat tenaga saya.
- Pendapat saya untuk anda :
Jika anda mungkin mengalami nasib seperti saya, anda harusnya jangan langsung menyerah begitu saja. Anda harus menanyakannya juga kepada orang lain, seperti teman anda dan sebagainya. Janganlah langsung menyerah dan berputus asa. Masih banyak jalan lain untuk mengikuti lomba tersebut. Misalnya saja langsung mendatar kepada Panitia Penyelenggara Lomba.
Langganan:
Komentar (Atom)